Begini Caranya Menikmati Pesta Lampion di Perayaan Waisak Candi Borobudur


web image1 - Copy .jpg

Banyaknya suku dan agama yang terdapat di Indonesia, wajar aja membuat negara tercinta kita ini memiliki keberagaman yang unik. Salah satunya adalah perayaan Waisak yang akan diadakan pada tanggal 2 Juni 2015. Perayaan Waisak yang tiap tahunnya di pusatkan daerah Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah punya daya tarik sendiri oleh turis domestik sampe mancanegara yang ingin menyaksikannya secara langsung lho!

Kamu berencana menghabiskan libur hari kejepit sambil menyaksikan Perayaan Waisak? Apa aja sih ritual yang biasa dilakukan saat waisak? Ini penjelasan lengkapnya :

1. Ritual Pindapata, 31 Mei 2015.

Para biksu dan biksuni akan menyusuri jalanan di daerah Magelang. Mereka akan melantunkan kidung pujian di sepanjang jalan sambil menerima berbagai pemberian yang telah disiapkan umat Budha di sepanjang jalan yang mereka lalui, pemberian biasanya berupa bahan makanan, uang, atau kebutuhan sehari-hari. Ritual ini merupakan gambaran Budha yang selalu berkelana dan hidup dari pemberian umatnya, juga sebagai saluran sedekah bagi para umat Budha.

2. Pengambilan Air Suci dari Umbul Jumprit disemayamkan di Candi Mendut, 31 Mei 2015.

Umbul Juprit merupakan salah satu sumber air yang berlokasi di Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Biksu akan mengambil air suci dari sumber air tersebut untuk selanjutnya membawa air suci tersebut ke Candi Mendut.

3. Pengambilan Api Alam dari Grobogan, Purwodadi dan disemayamkan di Mendut, 1 Juni 2015.

Api alam dari Grobogan ini disebut sebagai Api Abadi, merupakan sebuah fenomena alam, keluarnya gas alam dari dan tersulut api, membuatnya tak pernah padam. Api melambangkan semangat manusia untuk terus merindukan pencerahan dalam hidupnya. Api Abadi ini akan disemayamkan di Candi Mendut, keesokan harinya akan dibawa ke Candi Borobudur.

4. Detik – detik Waisak, 2 Juni 2015 pukul 22.00-24.00.

Pada saat detik-detik waisak, umat Budha akan berkumpul di tenda masing-masing, dan para biksu baik lokal maupun biksu yang berasal dari mancanegara biasanya menempati tenda utama. Saat detik Waisak, maka kepala biksu atau bante akan merapalkan mantera sesuai dengan bahasa mereka masing-masing secara bersamaan.

5. Membawa Air Suci & Api Abadi ke Candi Borobudur, 2 Juni 2015.

Air Suci dan Api Abadi yang ditempatkan di Candi Mendut akan dibawa oleh rombongan biksu dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Rombongan biksu akan berjalan kaki diringi dengan arakan persembahan yang biasanya berupa buah-buahan dan sayur-sayuran.

6. Ritual Pradaksina, 2 Juni 2015.

Ritual Pradaksina merupakan puncak penghormatan tertinggi kepada Sidharta Gautama, ditandai dengan mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali dan searah dengan jarum jam. Ritual ini berlangsung dari jam 6 sore sampai selesai, setelah itu akan diikuti dengan pelepasan 1000 Lampion.

7. Pelepasan 1000 Lampion, 2 Juni 2015.

Semua orang diijinkan untuk mengikuti ritual yang satu ini, pengunjung biasa juga bisa ikut melepaskan lampion dengan terlebih dahulu memberikan sumbangan sesuai jumlah yang ditentukan. Ritual ini menjadi sebuah symbol suci, symbol untuk melepaskan energy negative, melepaskan amarah, dengki, dan segala macam hal negatif lainnya yang ada di dalam diri manusia. Pelepasan lampion ini merupakan ritual penutup dari rangkaian 7 Ritual Suci Waisak di Candi Borobudur.

Sayang rasanya melewatkan moment Waisak ini, kalo kamu berminat untuk melihat rangkaian acara Waisak ini secara lengkap, sebaiknya segera merencanakan perjalanannya dari sekarang. Untuk urusan penginapan, buruan pesan di rajakamar.com, karena saat Waisak berlangsung, penginapan di Magelang rata-rata full booking. Memilih pengingapan di Yogyakarta bisa menjadi alternatif yang pas.